Bolehkah aku mengakui bahwa melihat senyummu rasanya masih tetap sama, membahagiakan..
aku tau mengharapkanmu adalah hal yang bodoh, maka jelas aku tidak akan melakukannya..
aku hanya berharap Tuhan berkenan menghapus perasaan unyuk ini jika memang akhirnya membawa luka..
Dan sungguh saat ragamu tak dapat ditangkap oleh indraku, saat jarak dan waktu akhirnya memberi jawab "bukan", kan ku kenang kamu sebagai cinta pertama dalam hidupku.
atau setidaknya jika jawaban yang mereka berikan berpihak padaku, semoga Tuhan melekatkan kesabaran pada mu untuk menjadi rekan hidup ku..
Aku masih teringat saat aku jujur akan perasaan ku pada-Nya, dan entah itu sebuah kesialan atau keberuntungan, paska lantunan doa yang menyebut namamu itu, Dia menghadirkanmu dalam mimpiku begitu sering...
ngomong-ngomong, aku tidak akan berkata "aku akan mem-fatimahkan diriku agar kamu meng-alikan dirimu" , seriously itu alay banget... bahkan tulisan ini sudah mewakili tingkat alai berkelas dewa sih haha.. aku hanya akan berkata, seperti apapun masa depan yang belum bisa aku intip itu, semoga baik aku maupun kamu, menjadi pribadi yang membuat rekan hidupnya beruntung memiliki kita...
- Pagi hari menikmati siluet matahari dan setapak sriwedari, bersama perasaan yang berusaha terus diingkari -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar